Al Jazeerah Signature, Restoran Autentik Timur Tengah di Bandung

Setelah Jakarta, akhirnya Bandung punya satu restoran autentik middle-east yang namanya Al Jazeerah Signature. Tempatnya ada di daerah pusat kota di jalan Ternate. Ya kalau weekend daerah ini pasti penuh sama wisatawan dari Jakarta yang belanja karena di daerah sini emang banyak banget factory outletnya.

Saya sebenernya bukan penggemar kuliner khas Timur Tengah. Bahkan seumur hidup baru tiga kali nyobain resto autentik Timur Tengah. Tapi kalau di antara tiga resto itu saya banding-bandingkan (don’t ask me to mention them lol), Al Jazeerah ini yang paling asik menurut saya. Asik dari tempatnya dan pastinya dari makanannya juga.

Begitu masuk saya langsung disambut sama mas-mba waitress (atau mendingan kita sebut akhi-ukhti waitress?) di pintu depan dan waaaah tempatnya bikin saya berkali-kali bilang wah!

Jadi ini tempatnya luas banget. Ada ruangan-ruangan yang bisa dipakai secara privat, mungkin dipakainya kalau kamu dateng rame-rame sama temen-temen atau keluarga dan punya event tertentu kali yah. Ada juga spot-spot terbuka lainnya. Tapi yang jelas tiap ruangan itu lucu-lucu banget, kayak punya temanya masing-masing.

Yang ini walaupun terbuka tapi ada kesan hangat gitu 😛

Yang ini di dindingnya ada lukisan-lukisan dengan tema Arabian, lucu banget konsepnya! Oh iya kalau ruangan ini menurut saya cocok nih buat meeting. Soalnya meja kayunya lumayan tinggi dan kursinya pun kursi kayu, khas banget sama meeting room. Buat kamu yang sering meeting di luar kantor, mungkin bisa sekali-kali meetingnya di sini.

Another cozy room

Untuk makanannya juga ngga main-main. Ada macam-macam menunya, mulai dari middle-east appetizer, salad, soup, wraps, grills, rice, curries, western (yap ada westernnya juga!), pasta, shisha, dessert, hot and cold beverages dan mocktails.

Sebagai pembuka saya nyobain Arayes. Arayes ini adalah pita bread yang disajikan dengan daging. Jadi sebenernya ini semacam sandwich khas Timur Tengah. Kalau arayes di Al Jazeerah ini isinya ada daging kambing, tomat, bawang, dan bumbu khas lainnya.

Arayes (Rp77.000,00)

Nih besarnya bisa habis dalam sekitar 5 gigitan dan ada 8 potong dalam 1 sajiannya

Untuk main course saya nyobain 2 menu yaitu Ruz Biryani dan Ruz Mandi. Kalau kamu datang ke middle east resto, pasti akan nemuin menu ini deh. Yang saya cobain di sini yang ukuran small, bisa untuk 2-3 orang, tergantung kapasitas perut masing-masing hihii 🙂

Ruz Biryani Lamb Small (Rp75.000,00 – Regular: 119.000,00)

Ruz Mandi Chicken Small (Rp66.000,00 – Regular: Rp96.000,00)

By the way dua-duanya enak tapi kalau cuma boleh pilih satu, saya pilih Ruz Mandinya. Ayamnya empuk banget, rasanya juga khas. Bumbu Timur Tengah kan apa ya. Kerasa banyak dan kesannya pedas gitu. Tapi kalau ini menurut saya pas dan ya pokoknya enak deh.

Waktu ke sini, saya datang sama beberapa temen-temen Bandung Foodies. Saya bahkan sempet ngeluarin komentar “Ya ampun lebih enak dari *piiiip* (nama resto middle east lain yang disensor) yah!” Terus jawabannya “Ya iyalah jauh” 😛

Selanjutnya kita beralih ke dessert! Ada dua nih yang saya cobain. Muhalabiyah atau puding susu campuran kacang almond dan kismis yang disajikan dengan strawberry dan coklat. Dessert kedua adalah Umm Ali atau puding roti ala Mesir. Kalau Umm Ali teksturnya kalau makanan Indonesia tuh lebih ke bubur gitu cuma rasanya ya tetep rasa puding 🙂

Muhalabiyah (Rp40.000,00)

Umm Ali (Rp55.000,00)

Untuk minumnya saya sempet cobain virgin mojito dan hot lemon tea. Di sini juga banyak minuman lainnya loh kayak fresh juice, middle-east tea, middle-east coffee, dan soft drink.

Virgin Mojito (Rp38.000,00/pitcher)

Overall dari yang saya liat sih di sini banyak pengunjung yang kayaknya emang keturunan Timur Tengah. Nah saya punya asumsi kalau resto Timur Tengah banyak tamu Timur Tengahnya, berarti autentiknya beneran autentik. Ini asumsi asal-asalan sih sebenernya, sama kayak rumah makan Padang. Saya biasanya nyari rumah makan Padang enak itu nanya-nanya dulu sama temen-temen saya yang orang Minang. Nah kalau banyak orang Minang yang suka resto itu, artinya resto itu rasa Padangnya otentik banget *apa sih*

Ya pokoknya gitu. Tapi buat saya yang lidahnya asli Indonesia dan sebenernya jarang banget nyobain kuliner khas Timur Tengah, rasanya bener-bener nyaman di lidah. Tempatnya nyaman, makanannya juga enak. Kalau ada yang nanya rekomendasi middle-east resto di Bandung, saya pasti bakal jawab Al Jazeerah signature hehee~

***

AL JAZEERAH SIGNATURE
Jl. Ternate No. 3, Bandung
Telp. 022-4200288
Open hour: 10.00-01.00
Email: bdg@aljazeerahsignature.com
Website: aljazeerahsignature.com
Instagram: @aljazeerahsignaturebdg

Regards,

Advertisements

Dimsum Buffet Dining at Intercontinental Bandung

Kalau kamu nyari tempat Chinese dining yang autentik di Bandung, Tian Jing Lou di Intercontinental Hotel bisa jadi jawabannya nih. Minggu lalu saya denger kalau TJL (nyebutnya TJL aja ya biar ngga kepanjangan, hihii) punya dimsum buffet dining setiap weekend pagi-siang. Nah berhubung minggu depan udah masuk bulan Ramadhan jadi saya langsung manfaatin di weekend ini buat ke sini. Ya ga mungkin nyobain siang-siang pas lagi puasa kan~ 😛

TJL sendiri terletak di lantai 18-nya Intercontinental Bandung di Dago atas nih. Begitu masuk ke sini, jelas langsung kerasa betapa Chinese signature-nya lekat banget sama TJL ini. Sebenernya ngga ada dekor yang gimana banget gitu sih, cuma hiasan lampion, lukisan di dinding dan table settingnya aja. Gimana ya, simple tapi dapet gitu. *apa sih Mija*

Meja-meja di sini sebagian besarnya diposisikan di samping glass wall dengan Bandung city view. Saya ke sini siang aja keren, kebayang deh kalau malam pasti lebih keren dengan pemandangan city lightnya Bandung 🙂 (too bad I didn’t take any good pic of Bandung city view :()

Begitu duduk, kita akan langsung dijamu dengan satu teko teh dari waitressnya. Teh inilah yang akan nemenin kita selama nikmatin buffet dining di sini. Kalau habis, ngga perlu khawatir karena mas-mba waitress akan siap sedia buat refill tekonya lagi 🙂

Nah sekarang saya mau bahas makanannya nih. Karena signaturenya adalah dimsum, jadi yang pertama banget saya cobain adalah dimsumnya. Kita bisa langsung nyamperin stall di mana dimsum-dimsum ini masih dipanasin. Pilihannya lumayan banyak dari yang asin sampai manis. Kalau saya sih suka banget yang manisnya.

Eh iya ternyata boleh loh ngambil dimsum tanpa bamboo steamernya. Kalau saya sekedar cuma mau icip-icip jadi enak deh. Kan kalau langsung ambil banyak di bamboo steamer takut ngga habis ya 😛 (tapi ini pada enak jadi habis semua gimana dong)

Selain dimsum, pastinya ada lagi menu-menu lainnya. Dari yang karbo, protein, fat, vitamin dalam bentuk buah, semuanya ada.

Dan setiap ke tempat buffet dining, saya selalu hunting dessertnya. Soalnya kadang tempat-tempat yang menyajikan makanan dengan sistem buffet lebih fokus ke menu-menu utamanya. Jadi kalau ada tempat yang main course enak dan dessertnya juga enak, pasti berkesan banget buat saya. Nah di TJL saya nemuin dessert yang lucu-lucu bentuknya dan enak rasanya. Ini dia beberapa di antaranya:

Yang bikin lebih uniknya lagi, dessert dengan porsi yang kecil-kecil ini masih sempet-sempetnya aja diplating yang lucu banget loh. Cool! Nah itu dia penutup sajian-sajian yang saya cobain di TJL, diakhiri dengan super cute mini chocolate cake and cold chocolate. Perfect! Makasih banyak ya tim Intercontinental atas keramahannya siang ini.

Makasih juga buat temen saya Kak Uti yang udah nemenin makan-makan di sini. Nih kasih kiss, tapi jangan kena nanti pacarnya marah 😛

***

Bonus: pics of Intercontinental’s corners I took today. Enjoy!

       

Sooo that’s all! Thanks a bunch for reading this long post and see you on the next one! 🙂

***

DIMSUM BUFFET DINING
Sistem: buffet dining
Waktu: setiap Sabtu & Minggu, jam 08.00-14.00
Tempat: Tian Jing Lou Restaurant, 18th floor, Intercontinental Hotel Bandung
Harga: Rp150.000,00nett/person; Rp100.000,00nett/person (senior citizen > 70 yo); Rp50.000,00nett/person (children < 8 yo)

***

INTERCONTINENTAL BANDUNG
Jl. Resor Dago Pakar Raya 2B, Resor Dago Pakar, Bandung
Phone: +62-22-87806688
Web: bandung.intercontinental.com
Instagram: @intercontinental_bandung

 

Regards,

Djournal Coffee and The People’s Cafe in Bandung

Dua bagian dari Ismaya Group, yaitu Djournal Coffee dan The People’s Cafe buka cabang di Paris Van Java Bandung. And guess what, IT’S OPEN FOR PUBLIC TODAY!! Nah sebelum dibuka untuk umum, di hari Sabtu lalu saya berkesempatan datang ke sana untuk food tasting.

Kikky Drajat, PR Ismaya Group

Coffee shop dan cafe ini terletak di satu area. Kalau kamu biasa ke PVJ, mungkin sebelumnya hafal kalau tempat ini dulunya adalah J.Co. Asiknya dua tempat yang gabung jadi satu kayak gini adalah kita bisa order di dua tempat yang beda dan nikmatin tanpa pindah tempat yeay~ Ya kadang kan kalau main sama temen suka beda-beda seleranya. Nah dua tempat yang jadi satu ini ngebuat jadi praktis deh.

Djournal Coffee Bar ini sebelumnya udah ada di Jakarta dan Tangerang. Jadi cabang ini adalah cabang pertamanya di luar Jabodetabek. Sebagai penikmat kopi, mungkin saya termasuk salah satu yang nunggu banget coffee shop ini hadir di Bandung. Yang bisa kamu nikmatin di sini adalah macam-macam menu kopi dengan berbagai metode brewing, kue, pastry dan ada maincoursenya juga.

Nah kalau The People’s Cafenya sendiri mengangkat konsep global street food. Nama awal cafe ini adalah Ismaya Catering Cafe. Sebenernya saya baru tahu kalau namanya ganti, makanya beruntung banget datang ke sini, jadi tahu deh hohoo~  Walaupun sajiannya lebih ke konsep street food, tapi The People’s Cafe ini tetap mengutamakan bahan-bahan terbaik untuk sajiannya. Dan sama kayak Djournal Coffee, ini adalah cabang pertamanya The People’s Cafe di luar Jabodetabek 🙂

   

Selain food tasting, Sabtu kemarin di sini juga diadain short Coffee Class untuk para blogger dan influencer yang datang nih. Ada kelas Home Brewing dengan Ponti Martin dan Latte Art dengan Julian Heru.

Berhubung saya selalu penasaran kalau ngeliat betapa luwesnya barista yang bikin latte art, jadi saya pilih Latte Art Class.

Home Brewing Things

Julian Heru, the latte art master

Pouring milk to the espresso

Theoretically sih kayaknya gampang banget ya. Tinggal miringin cupnya, pegang pitchernya, tuangin susu dan boom! Jadi deh.

Me trying to make one (photo by Dai @kemanamanamakan)

Saya cobain bikin dan ternyata susah, tangannya kaku dan gemeter 😦 Oh by the way itu di cup di atas adalah salah satu hasil saya –yang berhasil. Ya iyalah berhasil, liat aja pitchernya masih dipegangin lol. Waktu nyobain pegang pitchernya sendiri, udah deh abstrak hasilnya. But anyway learning this thing is very fun!

Makasih banyak ya Ismaya Group untuk undangannya, keramahannya, dan ilmu barunya (ya walaupun belum bisa bikin latte art yang sempurna :P). Djournal Coffe and The People’s Cafe are definitely place that I will come often. Dan buat kamu yang baca post ini, jangan lupa kalau Djournal Coffee dan The People’s Cafe dibuka untuk umum mulai hari ini, Selasa, 9 Mei 2017. Yang ke PVJ jangan lupa mampir yah! 🙂

***

Additional story: Guess what, another fun thing on last Sat is I met an old friend! (teman yang udah tua, bukan teman lama :P). Pas lagi nungguin orderan kopi, ada mas-mas random lagi order juga dan ternyata itu Irsyad, temen sebangku jaman SMA. Hello theeerrree!!

Terus nyapa, terus ngobrol, terus foto. Dan ya udah sih gitu aja cerita tambahannya. See you when I see you, Syad!

***

DJOURNAL COFFEE
Instagram: @djournalcoffee
Web: ismaya.com/djournal

THE PEOPLE’S CAFE
Instagram: @thepeoplescafe
Web: ismaya.com/thepeoplescafe

 

Regards,