If Music Be The Food of Love, Play On

Oh it’s been a very very very long time since my last post and here I wanna tell you. I’ve graduated and I’m a clinical psychologist now!

On my grad day (photo captured by my friend Anjar)

I really love music so then I wrote a thesis about music therapy. Believe me, combining psychology, biology, and music is really something but thank God I enjoyed it a lot (and finally graduated). Ah, so let’s talk about music. 

***

I’ve been a fan of Bandung Philharmonic, a pro orchestra from Bandung for about a year (or more I think). Right after I graduated on last September I got a chance to see their first symphony concert in this season at Hilton Bandung. Thank to Josh for this.

Bagus, me, and Josh

Tuesday, November 27th: Right two weeks ago, Bandung Philharmonic collaborated with Hilton Bandung to held an event called “If Music Be The Food of Love, Play On”. I came to this one too! (oh it’s so catchy I’m gonna use it as my post title)

So in this event, Hilton Bandung’s executive chef, Chef Tony Saputra collaborated with three musicians from Bandung Philharmonic to give a special and different experience for their audience. Chef Tony make food that inspired by classical songs they play. The three musicians are Cooper Wright on oboe, Bob Stoel on horn and Hazim Suhadi on piano.

Hazim, Bob, and Cooper
They play their instrument and Chef Tony make food inspired by the songs played
Pak Kevin, Hilton Bandung’s GM give his speech

And here’s the food. Too bad Chef Tony didn’t come so I couldn’t ask a lot about the ingredients, inspiration, and bla bla bla. But I think it’s ok as long as the food come lol 😛

I came to Hilton Bandung several times to taste their food and as expected, Chef Tony’s masterpieces are always amazing. The outstanding one for me was the appetizer: Soft Shell Crab. Oh I still can feel it on my tongue! Not to say that the others are dissappointed, but I always have “my best list” for every set-menu I tasted and for that night the winner is Soft Shell Crab!

I met a new friend too at that night, Amanda.

Hi there Amanda!
Ko Charles and Josh (again)! It’s so exciting to see familiar face here (photo captured by Amanda)

The best song at that night (for me) was D.E.T.I.K by Indonesian Composer, Nathan Iskandar. I love Bengawan Solo by Gesang too! Indonesian classical songs are already beautiful right? And the trio made this more and more beautiful.

With the composer, Nathan Iskandar

Sunday, December 2nd: Five days after that night, Hilton Bandung and Bandung Philharmonic collaborated (again) for a concert titled Holiday Concert. This time, thank to Hilton Bandung, I could come to their press conference (as part of media team :P) to know more everything about the concert will be held.

Robert Nordling (music director) and Joel Navarro (chorus master)
Robert, Joel, and the soloists
L-R: Pak Kevin (Hilton Bandung), Rama Widi, Ferry Chandra, Christopher Abimanyu, Robert Nordling, Regina Handoko, Heny Janawati, Joel Navarro, Airin Efferin, Winda (Hilton Bandung)

Sunday came and I was ready.

The crowd
Thank you Hilton Bandung for letting me step into the ballroom before audience (photo captured by Bagus)
Michael Hall (music director) and Airin Efferin (CEO Bandung Philharmonic)

The concert began with Overture in D, a song composed by another Indonesian talented composer, Filipus Wisnumurti Pranoto. By the way I came to another concert weeks before (it’s Acacia Youth String Orchestra Bandung) and his other work also performed there. Guess what. He, the composer, is 8 years younger than me. Oh my, so young and talented. After that a beautiful piece of Concerto No. 5 (Jan Krtitel Krumpholtz) performed with Rama Widi as a soloist. He is Indonesian finest harpist who has performed with various orchestras around the world.

At the session two Bandung Philharmonic introduce their choir group and the soloists. There are Regina Handoko (soprano), Heny Janawati (alto), Christopher Abimanyu (tenor) and Ferry Chandra (bass). They sang four Christmas masterpieces: Messiah (Georg Friedrich Handel), Winter Wonderland (Felix Bernard), Dreaming of a White Christmas (Irving Berlin), and Sleigh Ride (Leroy Anderson). The audience are allowed to record the last three songs and upload it on social media. For you who don’t know: you are not allowed to record performances in almost all classical concerts so I can say that it was a super-rare opportunity.

Bob Stoel who played horn at the previous concert was a part of this concert too.

Hi there Bob! (photo captured by Amanda)

What a happy night! I came to Hilton Bandung often to stay, to taste their food, to see their art exhibition, and I start to like to come for this music thingy. Keep having good events, Hilton Bandung, so I’ll keep coming to you 😛

***

At the same time same day, Soomin, my friend from Korea also watched an orchestra concert. It’s HPO Hyundae Philharmonic Orchestra. What a coincident!

HPO Hyundae Philharmonic Orchestra (photo cr: Soomin)
Another happy hand (photo cr: Soomin)
Soomin with her sister (whom a viola player), her sister’s soon to be husband (yeah they’ll get married in this weekend!) and her mother (photo cr: Soomin)

It’s always exciting when you have friend with same hobbies. Both of us love drawing and music too! And next week I will see her and have a year-end trip together. Think it will be fun, can’t wait!

Cheers,

Advertisements

Taste of Indonesia at The Trans Luxury Hotel

Agustus udah mulai merangkak ke pertengahan nih. Daerah sekitar rumah saya udah mulai rame dengan dekorasi merah putih menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia. Nah The Trans Luxury Hotel juga ngga mau kalah nih, salah satu restoran andalannya, The Restaurant, juga punya sajian spesial dalam rangka merayakan semarak kemerdekaan Indonesia yang ke-72 ini. Yesss!

Sajian-sajian spesial ini dikemas dalam tema Taste of Indonesia yang berlangsung dari tanggal 10-20 Agustus 2017. Jadi akan ada banyak banget menu Indonesia yang disajikan selama periode Taste of Indonesia ini, beneran banyak. Menunya dari Sabang sampai Merauke ada, mulai dari rendang, sate lilit, nasi liwet, jajanan pasar, es campur dan lain-lain. Dan karena ini langsung disiapkan sama chef-chef terbaik di The Trans Luxury Hotel, pastinya menu-menu Indonesia ini dikemas dengan kemewahan ala The Trans 🙂

Begitu masuk ke area The Restaurant, saya langsung disambut dengan welcome food yang lucu banget. Kalau biasanya ada canape yang lucu-lucu, kali ini ada rujak dan lotek yang disajikan dalam bentuk bite size. Duh, kreatif amat sih ❤

Oh iya saya juga berkesempatan untuk ngeliat live cooking demo beberapa menu di sini dari Chef Agung dan Chef Reni untuk Indonesian foodnya.

Hi chef! 🙂

Oh iya ngomong-ngomong dari beberapa hotel yang saya datengin, kayaknya cuma di The Trans saya ngeliat chef perempuan. Ya pasti banyak sih ya di hotel lain, tapi mungkin lagi pada sibuk di kitchen dan ngga keliatan di restonya hihii.

Ini dia Tuna Sambal Matah, salah satu masakan yang dipamerkan di cooking demo. Kalau ngeliat cooking demo emang kayaknya gampang banget ya buatnya. Literally masak tunanya, tambahin sambal matah dan tinggal plating. Tapi di tangan chef profesional bisa jadi cantik gini ya. Oh iya, semua yang ada di plate edible ya alias bisa dimakan.

Next, Nasi Gudeg Jogja. Omg can you believe this beautiful cuisine is Nasi Gudeg? Di persepsi saya nasi gudeg ya selalu enak dan berantakan, tapi kali ini saya ngeliat nasi gudeg yang enak dan cantik.

Masih di cooking demo, ada juga Kue Lumpur yang dipadu-padankan dengan macaron, cream, sauce dan edible flower. Kalau yang ini kreasi dari Chef Reni.

Area The Restaurant yang cukup luas dipenuhi sama berbagai stall Indonesian food yang bikin pengen nyobain semuanya. Ini dia beberapa menu lain yang sempet saya foto 🙂

Ayam & Bebek Panggang dengan macam-macam sambal Indonesia

Mie Aceh

Sambal matah

Macam-macam jajanan pasar

Jujur karena belakangan ini lebih sering ngereview tempat di Bandung dengan tema western food, pas dateng ke sini rasanya excited banget bisa nyobain menu-menu Indonesia yang beragam. Selama 11 hari penyajiannya, menu-menu ini akan dirolling setiap harinya.

Selain makanannya, The Trans Luxury Hotel juga punya acara seru di di tanggal 17 Agustus dan 20 Agustus nanti. Jadi akan ada lomba-lomba rakyat unik untuk anak yang diadakan di area kolam renang di lantai 3. Buat kamu yang udah punya anak atau mungkin punya keponakan yang masih lucu-lucu bisa nih dibawa ke sini buat ikutan lomba. Lumayan kan sekalian mengenang Agustusan jaman kecil dulu 🙂

***

TASTE OF INDONESIA
Sistem: buffet dining (all you can eat)
Waktu: 10-20 Agustus 2017, dinner time
Tempat: The Restaurant at The Trans Luxury Hotel Bandung, 3rd floor
Harga: Rp299.000,00nett/person (adult); Rp150.000,00nett/person (children under 12y/o)
More info: Mellya (mellya.ayundha@thetranshotel.com)

***

THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG
Jl. Gatot Subroto No. 289, Bandung
Web: thetranshotel.com
Twitter: @TRANSluxuryHTL
Instagram: @TheTransLuxuryHotel

 

Regards,

Al Jazeerah Signature, Restoran Autentik Timur Tengah di Bandung

Setelah Jakarta, akhirnya Bandung punya satu restoran autentik middle-east yang namanya Al Jazeerah Signature. Tempatnya ada di daerah pusat kota di jalan Ternate. Ya kalau weekend daerah ini pasti penuh sama wisatawan dari Jakarta yang belanja karena di daerah sini emang banyak banget factory outletnya.

Saya sebenernya bukan penggemar kuliner khas Timur Tengah. Bahkan seumur hidup baru tiga kali nyobain resto autentik Timur Tengah. Tapi kalau di antara tiga resto itu saya banding-bandingkan (don’t ask me to mention them lol), Al Jazeerah ini yang paling asik menurut saya. Asik dari tempatnya dan pastinya dari makanannya juga.

Begitu masuk saya langsung disambut sama mas-mba waitress (atau mendingan kita sebut akhi-ukhti waitress?) di pintu depan dan waaaah tempatnya bikin saya berkali-kali bilang wah!

Jadi ini tempatnya luas banget. Ada ruangan-ruangan yang bisa dipakai secara privat, mungkin dipakainya kalau kamu dateng rame-rame sama temen-temen atau keluarga dan punya event tertentu kali yah. Ada juga spot-spot terbuka lainnya. Tapi yang jelas tiap ruangan itu lucu-lucu banget, kayak punya temanya masing-masing.

Yang ini walaupun terbuka tapi ada kesan hangat gitu 😛

Yang ini di dindingnya ada lukisan-lukisan dengan tema Arabian, lucu banget konsepnya! Oh iya kalau ruangan ini menurut saya cocok nih buat meeting. Soalnya meja kayunya lumayan tinggi dan kursinya pun kursi kayu, khas banget sama meeting room. Buat kamu yang sering meeting di luar kantor, mungkin bisa sekali-kali meetingnya di sini.

Another cozy room

Untuk makanannya juga ngga main-main. Ada macam-macam menunya, mulai dari middle-east appetizer, salad, soup, wraps, grills, rice, curries, western (yap ada westernnya juga!), pasta, shisha, dessert, hot and cold beverages dan mocktails.

Sebagai pembuka saya nyobain Arayes. Arayes ini adalah pita bread yang disajikan dengan daging. Jadi sebenernya ini semacam sandwich khas Timur Tengah. Kalau arayes di Al Jazeerah ini isinya ada daging kambing, tomat, bawang, dan bumbu khas lainnya.

Arayes (Rp77.000,00)

Nih besarnya bisa habis dalam sekitar 5 gigitan dan ada 8 potong dalam 1 sajiannya

Untuk main course saya nyobain 2 menu yaitu Ruz Biryani dan Ruz Mandi. Kalau kamu datang ke middle east resto, pasti akan nemuin menu ini deh. Yang saya cobain di sini yang ukuran small, bisa untuk 2-3 orang, tergantung kapasitas perut masing-masing hihii 🙂

Ruz Biryani Lamb Small (Rp75.000,00 – Regular: 119.000,00)

Ruz Mandi Chicken Small (Rp66.000,00 – Regular: Rp96.000,00)

By the way dua-duanya enak tapi kalau cuma boleh pilih satu, saya pilih Ruz Mandinya. Ayamnya empuk banget, rasanya juga khas. Bumbu Timur Tengah kan apa ya. Kerasa banyak dan kesannya pedas gitu. Tapi kalau ini menurut saya pas dan ya pokoknya enak deh.

Waktu ke sini, saya datang sama beberapa temen-temen Bandung Foodies. Saya bahkan sempet ngeluarin komentar “Ya ampun lebih enak dari *piiiip* (nama resto middle east lain yang disensor) yah!” Terus jawabannya “Ya iyalah jauh” 😛

Selanjutnya kita beralih ke dessert! Ada dua nih yang saya cobain. Muhalabiyah atau puding susu campuran kacang almond dan kismis yang disajikan dengan strawberry dan coklat. Dessert kedua adalah Umm Ali atau puding roti ala Mesir. Kalau Umm Ali teksturnya kalau makanan Indonesia tuh lebih ke bubur gitu cuma rasanya ya tetep rasa puding 🙂

Muhalabiyah (Rp40.000,00)

Umm Ali (Rp55.000,00)

Untuk minumnya saya sempet cobain virgin mojito dan hot lemon tea. Di sini juga banyak minuman lainnya loh kayak fresh juice, middle-east tea, middle-east coffee, dan soft drink.

Virgin Mojito (Rp38.000,00/pitcher)

Overall dari yang saya liat sih di sini banyak pengunjung yang kayaknya emang keturunan Timur Tengah. Nah saya punya asumsi kalau resto Timur Tengah banyak tamu Timur Tengahnya, berarti autentiknya beneran autentik. Ini asumsi asal-asalan sih sebenernya, sama kayak rumah makan Padang. Saya biasanya nyari rumah makan Padang enak itu nanya-nanya dulu sama temen-temen saya yang orang Minang. Nah kalau banyak orang Minang yang suka resto itu, artinya resto itu rasa Padangnya otentik banget *apa sih*

Ya pokoknya gitu. Tapi buat saya yang lidahnya asli Indonesia dan sebenernya jarang banget nyobain kuliner khas Timur Tengah, rasanya bener-bener nyaman di lidah. Tempatnya nyaman, makanannya juga enak. Kalau ada yang nanya rekomendasi middle-east resto di Bandung, saya pasti bakal jawab Al Jazeerah signature hehee~

***

AL JAZEERAH SIGNATURE
Jl. Ternate No. 3, Bandung
Telp. 022-4200288
Open hour: 10.00-01.00
Email: bdg@aljazeerahsignature.com
Website: aljazeerahsignature.com
Instagram: @aljazeerahsignaturebdg

Regards,