Enjoying Weekend Brunch at The Trans Luxury Hotel

My momma come to Bandung! Nah saya mau ajak ibu saya makan-makan yang berkesan nih di Bandung. Pas banget saya denger kalau di The Trans Luxury Hotel ada weekend brunch setiap hari Sabtu dan Minggu. Jadilah tadi saya melipir ke The Trans buat makan bareng ibu saya 🙂

Weekend brunch ini sendiri bisa kamu nikmatin mulai dari jam 11.30 sampai jam 16.00 di The 18th Restaurant. Area yang bisa kamu pilih bervariasi, ada yang indoor dan outdoor.

Saya sempat mikir kalau brunch di sini adalah buffet dining gitu, tapi ternyata à la carte. Yesss! Sejujurnya ini baru kali kedua saya nyobain à la carte menu di The 18th (dan dulu yang pertama saya coba adalah dinner bukan brunch) jadi langsung penasaran nyobain menu-menu brunch-nya.

Di sini kita bisa pilih mulai dari starter, main course, sampai dessert. Pilihannya ngga sebanyak kalau kita datang ke cafe atau resto biasa *ya iyalah*, masing-masing cuma ada sekitar 3-6 pilihan sajian menu.

This is my momma a.k.a ibu negara lagi pilih-pilih menu dan ini dia menu-menu pilihan kita tadi siang. Siapa tau bisa jadi referensi kamu kalau mau nikmatin weekend brunch di sini juga. Let’s start with our beverage!

Peach Iced Tea (Rp40.000,00)

Pineapple Juice (Rp45.000,00)

Eh iya gomong-ngomong awalnya kita pilih tempat indoor yang semi-semi outdoor, tapi ibu negara kepanasan kena matahari jadi pindah deh ke area indoor yang lebih adem hihii XD

Our starter

Grilled Chicken Caesar Salad (Rp90.000,00)

Menu caesar salad sebenernya menu yang cukup sering saya pesan di mana-mana sebagai starter. Kalau yang ini isinya hampir sama sih sama caesar salad biasa, ada baby romain, parmesan cheese, soft egg-nya juga ada. Tapi saya suka caesar dressingnya deh yang di The 18th ini. Kombinasinya tuh pas antara rasa asin dan bahan-bahannya.

Homemade Wagyu Meatballs (Rp75.000,00)

Ini pertama kalinya saya makan full daging sebagai starter, haha! Sajian ini sendiri isinya 5 meatballs ukuran sedang dengan saus tomat dan parmesan cheese (tapi kejunya nyatu dengan sausnya gitu, bukan berbentuk keju kayak di menu caesar salad).

Prime Australian Sirloin (Rp175.00,00)

Next, ini dia main course untuk brunch kita. Ini sebenernya menu yang dipesan sama ibu saya, tapi saya ikut nyobain. Isinya sirloin, onion rings, fries, roasted tomato. Untuk sausnya ada 3 pilihan: BBQ (ada alkoholnya), black pepper atau mushroom. Saya sempet nyobain blackpepper dan mushroom, daaaaan lebih suka yang mushroom. Kata mas waitressnya juga mushroom itu yang paling recommended loh.

Homemade Herb & Garlic Beef Sausage (Rp110.000,00)

Pernah nyobain saus dari bawang bombay ngga? Nah menu ini sendiri isinya adalah sosis yang disajikan dengan onion gravy (iya, bawang bombay), mashed potato dan baby green peas. Keliatannya simple ya? Tapi enaknya ngga simple kok! 🙂

Dan tibalah kita di sajian penutup.

The 18th Tiramisu (Rp85.000,00)

Ini adalah signature dessertnya The Trans, makanya begitu ngeliat menu saya langsung pesen. Enak? Banget! Kombinasinya pas dan di bagian tengahnya itu bukan cheese cream tapi ice cream! Aaaak manis, asam, dingin, pahit tiramisu semua bersatu jadi enak banget!

Satu yang saya sayangkan sebenernya adalah ternyata menu ini beralkohol 😦 ya salah saya sendiri sih. Di menunya udah jelas dikasih tanda mana sajian yang beralkohol mana yang ngga tapi saya ngga baca dan baru nyadar pas lagi baca-baca lagi menunya pas nulis blog ini. Buat kamu yang muslim dan menghindari alkohol, hati-hati dan lebih teliti yah. Ya Allah maafkan hamba ihik 😦

Fresh Lembang Strawberries (Rp45.000,00)

Next, ini dia dessertnya ibu saya. Isinya strawberry dari Lembang yang disajikan bersama whipped cream, santan dan kelapa parut. Ini pertama kali nih saya nyobain kombinasi kayak gini dan sukaaa! Saya bahkan nyomotin terus padahal ini punya ibu saya 😛

Setelah dessert, air mineral dong biar lidahnya jadi netral lagi 🙂

Cie jadi model 😛

Terakhir saya mau bilang makasih banyak ya The 18th Restaurant and Lounge untuk weekend brunch yang spesial siang tadi. Makanannya suka semua, waitressnya juga pada ramah dan cepat tanggap banget deh. Tadi aja pas ngeliat ibu saya matanya merem-merem karena silau langsung ditawarin buat pindah meja (padahal ibu belum minta) 😛

Buat kamu yang mau nikmatin brunch spesial di Bandung dengan lokasi yang strategis, Bandung city view, dan rasa berkualitas, saya ngerekomendasiin banget The 18th Restaurant and Lounge untuk masuk di list kamu. Jangan lupa ajak orang spesial juga ya biar brunch kamu makin spesial 🙂

***

WEEKEND BRUNCH
Sistem: à la carte
Waktu: setiap Sabtu dan Minggu, jam 11.30-16.00
Tempat: Skywalk The 18th Restaurant and Lounge at The Trans Luxury Hotel Bandung
Kisaran Harga: Rp45.000,00-Rp175.000,00 (food) and Rp40.000,00-Rp100.000,00 (beverage)

***

THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG
Jl. Gatot Subroto No. 289, Bandung
Web: thetranshotel.com
Twitter: @TRANSluxuryHTL
Instagram: @TheTransLuxuryHotel

 

Regards,

Dimsum Buffet Dining at Intercontinental Bandung

Kalau kamu nyari tempat Chinese dining yang autentik di Bandung, Tian Jing Lou di Intercontinental Hotel bisa jadi jawabannya nih. Minggu lalu saya denger kalau TJL (nyebutnya TJL aja ya biar ngga kepanjangan, hihii) punya dimsum buffet dining setiap weekend pagi-siang. Nah berhubung minggu depan udah masuk bulan Ramadhan jadi saya langsung manfaatin di weekend ini buat ke sini. Ya ga mungkin nyobain siang-siang pas lagi puasa kan~ 😛

TJL sendiri terletak di lantai 18-nya Intercontinental Bandung di Dago atas nih. Begitu masuk ke sini, jelas langsung kerasa betapa Chinese signature-nya lekat banget sama TJL ini. Sebenernya ngga ada dekor yang gimana banget gitu sih, cuma hiasan lampion, lukisan di dinding dan table settingnya aja. Gimana ya, simple tapi dapet gitu. *apa sih Mija*

Meja-meja di sini sebagian besarnya diposisikan di samping glass wall dengan Bandung city view. Saya ke sini siang aja keren, kebayang deh kalau malam pasti lebih keren dengan pemandangan city lightnya Bandung 🙂 (too bad I didn’t take any good pic of Bandung city view :()

Begitu duduk, kita akan langsung dijamu dengan satu teko teh dari waitressnya. Teh inilah yang akan nemenin kita selama nikmatin buffet dining di sini. Kalau habis, ngga perlu khawatir karena mas-mba waitress akan siap sedia buat refill tekonya lagi 🙂

Nah sekarang saya mau bahas makanannya nih. Karena signaturenya adalah dimsum, jadi yang pertama banget saya cobain adalah dimsumnya. Kita bisa langsung nyamperin stall di mana dimsum-dimsum ini masih dipanasin. Pilihannya lumayan banyak dari yang asin sampai manis. Kalau saya sih suka banget yang manisnya.

Eh iya ternyata boleh loh ngambil dimsum tanpa bamboo steamernya. Kalau saya sekedar cuma mau icip-icip jadi enak deh. Kan kalau langsung ambil banyak di bamboo steamer takut ngga habis ya 😛 (tapi ini pada enak jadi habis semua gimana dong)

Selain dimsum, pastinya ada lagi menu-menu lainnya. Dari yang karbo, protein, fat, vitamin dalam bentuk buah, semuanya ada.

Dan setiap ke tempat buffet dining, saya selalu hunting dessertnya. Soalnya kadang tempat-tempat yang menyajikan makanan dengan sistem buffet lebih fokus ke menu-menu utamanya. Jadi kalau ada tempat yang main course enak dan dessertnya juga enak, pasti berkesan banget buat saya. Nah di TJL saya nemuin dessert yang lucu-lucu bentuknya dan enak rasanya. Ini dia beberapa di antaranya:

Yang bikin lebih uniknya lagi, dessert dengan porsi yang kecil-kecil ini masih sempet-sempetnya aja diplating yang lucu banget loh. Cool! Nah itu dia penutup sajian-sajian yang saya cobain di TJL, diakhiri dengan super cute mini chocolate cake and cold chocolate. Perfect! Makasih banyak ya tim Intercontinental atas keramahannya siang ini.

Makasih juga buat temen saya Kak Uti yang udah nemenin makan-makan di sini. Nih kasih kiss, tapi jangan kena nanti pacarnya marah 😛

***

Bonus: pics of Intercontinental’s corners I took today. Enjoy!

       

Sooo that’s all! Thanks a bunch for reading this long post and see you on the next one! 🙂

***

DIMSUM BUFFET DINING
Sistem: buffet dining
Waktu: setiap Sabtu & Minggu, jam 08.00-14.00
Tempat: Tian Jing Lou Restaurant, 18th floor, Intercontinental Hotel Bandung
Harga: Rp150.000,00nett/person; Rp100.000,00nett/person (senior citizen > 70 yo); Rp50.000,00nett/person (children < 8 yo)

***

INTERCONTINENTAL BANDUNG
Jl. Resor Dago Pakar Raya 2B, Resor Dago Pakar, Bandung
Phone: +62-22-87806688
Web: bandung.intercontinental.com
Instagram: @intercontinental_bandung

 

Regards,

Djournal Coffee and The People’s Cafe in Bandung

Dua bagian dari Ismaya Group, yaitu Djournal Coffee dan The People’s Cafe buka cabang di Paris Van Java Bandung. And guess what, IT’S OPEN FOR PUBLIC TODAY!! Nah sebelum dibuka untuk umum, di hari Sabtu lalu saya berkesempatan datang ke sana untuk food tasting.

Kikky Drajat, PR Ismaya Group

Coffee shop dan cafe ini terletak di satu area. Kalau kamu biasa ke PVJ, mungkin sebelumnya hafal kalau tempat ini dulunya adalah J.Co. Asiknya dua tempat yang gabung jadi satu kayak gini adalah kita bisa order di dua tempat yang beda dan nikmatin tanpa pindah tempat yeay~ Ya kadang kan kalau main sama temen suka beda-beda seleranya. Nah dua tempat yang jadi satu ini ngebuat jadi praktis deh.

Djournal Coffee Bar ini sebelumnya udah ada di Jakarta dan Tangerang. Jadi cabang ini adalah cabang pertamanya di luar Jabodetabek. Sebagai penikmat kopi, mungkin saya termasuk salah satu yang nunggu banget coffee shop ini hadir di Bandung. Yang bisa kamu nikmatin di sini adalah macam-macam menu kopi dengan berbagai metode brewing, kue, pastry dan ada maincoursenya juga.

Nah kalau The People’s Cafenya sendiri mengangkat konsep global street food. Nama awal cafe ini adalah Ismaya Catering Cafe. Sebenernya saya baru tahu kalau namanya ganti, makanya beruntung banget datang ke sini, jadi tahu deh hohoo~  Walaupun sajiannya lebih ke konsep street food, tapi The People’s Cafe ini tetap mengutamakan bahan-bahan terbaik untuk sajiannya. Dan sama kayak Djournal Coffee, ini adalah cabang pertamanya The People’s Cafe di luar Jabodetabek 🙂

   

Selain food tasting, Sabtu kemarin di sini juga diadain short Coffee Class untuk para blogger dan influencer yang datang nih. Ada kelas Home Brewing dengan Ponti Martin dan Latte Art dengan Julian Heru.

Berhubung saya selalu penasaran kalau ngeliat betapa luwesnya barista yang bikin latte art, jadi saya pilih Latte Art Class.

Home Brewing Things

Julian Heru, the latte art master

Pouring milk to the espresso

Theoretically sih kayaknya gampang banget ya. Tinggal miringin cupnya, pegang pitchernya, tuangin susu dan boom! Jadi deh.

Me trying to make one (photo by Dai @kemanamanamakan)

Saya cobain bikin dan ternyata susah, tangannya kaku dan gemeter 😦 Oh by the way itu di cup di atas adalah salah satu hasil saya –yang berhasil. Ya iyalah berhasil, liat aja pitchernya masih dipegangin lol. Waktu nyobain pegang pitchernya sendiri, udah deh abstrak hasilnya. But anyway learning this thing is very fun!

Makasih banyak ya Ismaya Group untuk undangannya, keramahannya, dan ilmu barunya (ya walaupun belum bisa bikin latte art yang sempurna :P). Djournal Coffe and The People’s Cafe are definitely place that I will come often. Dan buat kamu yang baca post ini, jangan lupa kalau Djournal Coffee dan The People’s Cafe dibuka untuk umum mulai hari ini, Selasa, 9 Mei 2017. Yang ke PVJ jangan lupa mampir yah! 🙂

***

Additional story: Guess what, another fun thing on last Sat is I met an old friend! (teman yang udah tua, bukan teman lama :P). Pas lagi nungguin orderan kopi, ada mas-mas random lagi order juga dan ternyata itu Irsyad, temen sebangku jaman SMA. Hello theeerrree!!

Terus nyapa, terus ngobrol, terus foto. Dan ya udah sih gitu aja cerita tambahannya. See you when I see you, Syad!

***

DJOURNAL COFFEE
Instagram: @djournalcoffee
Web: ismaya.com/djournal

THE PEOPLE’S CAFE
Instagram: @thepeoplescafe
Web: ismaya.com/thepeoplescafe

 

Regards,