Cup To Bottle, Make It Simple

Hi there! Post pertama di 2019 nih, semoga habis ini bisa lebih rutin ngeblog lagi hehe. Ngomong-ngomong udah sebulanan lebih ini saya pindah domisili, yang tadinya di Bandung, sekarang di Bali. Bakal jarang bikin blogpost kulineran di Bandung pasti, eh tapi apa bakal banyak explore kuliner di Bali? Belum tau sih, tapi we’ll see later~

Ngomongin tentang pindah ke Bali, tempat saya tinggal sekarang ini bukan di daerah kota tapi agak masuk jauh ke desa. Minimarket terdekat itu Indomaret dan jaraknya sekitar 1.5km dari rumah, kalau dibandingin sama dulu pas di Bandung emang jauh sih. Apalagi di sini ngga ada kendaraan, jadi harus jalan kalau mau ke sana. Tapi gimana pun juga seneng banget soalnya ada Indomaret gitu. Di Indomaret kan sering nemu produk-produk baru yang mungkin ga bisa ditemuin di warung/pasar tradisional ya kan 😂

Nah di Indomaret terdekat ini juga saya nemuin Yoforia kemasan baru, kemasan botol. Happy banget! Dan ternyata Yoforia, yogurt favorit saya dari jaman masih tinggal di Bandung, ganti kemasan dari cup ke botol. Dengan kemasan barunya ini, jadi lebih praktis buat dibawa ke mana-mana dan diminum. Mungkin buat beberapa orang yang suka minum kopi kemasan cup, kemasan lamanya juga praktis dan ngga ada masalah. Tapi untuk beberapa orang lain kemasan cup lamanya mungkin agak ngebuat bingung.

Ini pernah kejadian beneran sih sama ibu saya dulu. Ibu di Jakarta, saya di Bandung dan tiba-tiba ibu ngewhatsapp “Ini Yoforia gimana cara bukanya ya?”. Saya mau jelasin kan bingung kalau lewat Whatsapp. Terus iseng buka Youtube nyari cara buka kemasan cupnya dan ternyata ada dong! Bayangin, ada tutorial cara buka kemasan Yoforia cup di Youtube 😂😂😂😂😂

Dengan kemasan barunya di botol ini pastinya akan jauuuh lebih memudahkan buat orang-orang yang emang kurang familiar sama cup gitu. Satu lagi yang saya rasain: kalau ngga mau langsung ngehabisin Yoforianya, kadang bingung karena kalau di cup kan susah ditutup lagi. Nah sekarang bisa lebih enak karena tinggal tutup aja botolnya (ya walaupun yang kejadian selama ini selalu buka dan langsung habis dalam sekali minum).

Ini dia kemasan cup yang lama

Dan ini kemasan barunya yang di botol 🙂

Ngomong-ngomong saya ini beneran suka sama Yoforia, bukan sekadar nulis gini doang hehe~ Sejak 2016 lalu, waktu Yoforia masih punya studio di Paris Van Java Bandung, saya sama temen-temen Bandung Foodies suka main ke sana buat icip-icip yogurtnya. Awalnya konsisten selalu beli yang Coffee Cream. Tapi lama-lama tergoda icip rasa lain dan jadi suka juga ❤ Yoforia juga punya kombinasi probiotik dan dietary fibernya bisa bantu ngatasin lemak dan kolesterol berlebih di tubuh kita. Nah tuh kan!

Waktu studionya yang di PVJ tutup sempet sedih, tapi ternyata selanjutnya Yoforia ini gampang banget dijangkau di minimarket di manapun. Bahkan Indomaret di desa saya di Bali juga ada, ya kan?

Eh iya menurut kamu gimana nih packaging barunya Yoforia? 😀

***

YOFORIA
Web: yoforia.id
Instagram: @YoforiaId

 

Regards,

Advertisements

If Music Be The Food of Love, Play On

Oh it’s been a very very very long time since my last post and here I wanna tell you. I’ve graduated and I’m a clinical psychologist now!

On my grad day (photo captured by my friend Anjar)

I really love music so then I wrote a thesis about music therapy. Believe me, combining psychology, biology, and music is really something but thank God I enjoyed it a lot (and finally graduated). Ah, so let’s talk about music. 

***

I’ve been a fan of Bandung Philharmonic, a pro orchestra from Bandung for about a year (or more I think). Right after I graduated on last September I got a chance to see their first symphony concert in this season at Hilton Bandung. Thank to Josh for this.

Bagus, me, and Josh

Tuesday, November 27th: Right two weeks ago, Bandung Philharmonic collaborated with Hilton Bandung to held an event called “If Music Be The Food of Love, Play On”. I came to this one too! (oh it’s so catchy I’m gonna use it as my post title)

So in this event, Hilton Bandung’s executive chef, Chef Tony Saputra collaborated with three musicians from Bandung Philharmonic to give a special and different experience for their audience. Chef Tony make food that inspired by classical songs they play. The three musicians are Cooper Wright on oboe, Bob Stoel on horn and Hazim Suhadi on piano.

Hazim, Bob, and Cooper
They play their instrument and Chef Tony make food inspired by the songs played
Pak Kevin, Hilton Bandung’s GM give his speech

And here’s the food. Too bad Chef Tony didn’t come so I couldn’t ask a lot about the ingredients, inspiration, and bla bla bla. But I think it’s ok as long as the food come lol 😛

I came to Hilton Bandung several times to taste their food and as expected, Chef Tony’s masterpieces are always amazing. The outstanding one for me was the appetizer: Soft Shell Crab. Oh I still can feel it on my tongue! Not to say that the others are dissappointed, but I always have “my best list” for every set-menu I tasted and for that night the winner is Soft Shell Crab!

I met a new friend too at that night, Amanda.

Hi there Amanda!
Ko Charles and Josh (again)! It’s so exciting to see familiar face here (photo captured by Amanda)

The best song at that night (for me) was D.E.T.I.K by Indonesian Composer, Nathan Iskandar. I love Bengawan Solo by Gesang too! Indonesian classical songs are already beautiful right? And the trio made this more and more beautiful.

With the composer, Nathan Iskandar

Sunday, December 2nd: Five days after that night, Hilton Bandung and Bandung Philharmonic collaborated (again) for a concert titled Holiday Concert. This time, thank to Hilton Bandung, I could come to their press conference (as part of media team :P) to know more everything about the concert will be held.

Robert Nordling (music director) and Joel Navarro (chorus master)
Robert, Joel, and the soloists
L-R: Pak Kevin (Hilton Bandung), Rama Widi, Ferry Chandra, Christopher Abimanyu, Robert Nordling, Regina Handoko, Heny Janawati, Joel Navarro, Airin Efferin, Winda (Hilton Bandung)

Sunday came and I was ready.

The crowd
Thank you Hilton Bandung for letting me step into the ballroom before audience (photo captured by Bagus)
Michael Hall (music director) and Airin Efferin (CEO Bandung Philharmonic)

The concert began with Overture in D, a song composed by another Indonesian talented composer, Filipus Wisnumurti Pranoto. By the way I came to another concert weeks before (it’s Acacia Youth String Orchestra Bandung) and his other work also performed there. Guess what. He, the composer, is 8 years younger than me. Oh my, so young and talented. After that a beautiful piece of Concerto No. 5 (Jan Krtitel Krumpholtz) performed with Rama Widi as a soloist. He is Indonesian finest harpist who has performed with various orchestras around the world.

At the session two Bandung Philharmonic introduce their choir group and the soloists. There are Regina Handoko (soprano), Heny Janawati (alto), Christopher Abimanyu (tenor) and Ferry Chandra (bass). They sang four Christmas masterpieces: Messiah (Georg Friedrich Handel), Winter Wonderland (Felix Bernard), Dreaming of a White Christmas (Irving Berlin), and Sleigh Ride (Leroy Anderson). The audience are allowed to record the last three songs and upload it on social media. For you who don’t know: you are not allowed to record performances in almost all classical concerts so I can say that it was a super-rare opportunity.

Bob Stoel who played horn at the previous concert was a part of this concert too.

Hi there Bob! (photo captured by Amanda)

What a happy night! I came to Hilton Bandung often to stay, to taste their food, to see their art exhibition, and I start to like to come for this music thingy. Keep having good events, Hilton Bandung, so I’ll keep coming to you 😛

***

At the same time same day, Soomin, my friend from Korea also watched an orchestra concert. It’s HPO Hyundae Philharmonic Orchestra. What a coincident!

HPO Hyundae Philharmonic Orchestra (photo cr: Soomin)
Another happy hand (photo cr: Soomin)
Soomin with her sister (whom a viola player), her sister’s soon to be husband (yeah they’ll get married in this weekend!) and her mother (photo cr: Soomin)

It’s always exciting when you have friend with same hobbies. Both of us love drawing and music too! And next week I will see her and have a year-end trip together. Think it will be fun, can’t wait!

Cheers,

Taste of Indonesia at The Trans Luxury Hotel

Agustus udah mulai merangkak ke pertengahan nih. Daerah sekitar rumah saya udah mulai rame dengan dekorasi merah putih menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia. Nah The Trans Luxury Hotel juga ngga mau kalah nih, salah satu restoran andalannya, The Restaurant, juga punya sajian spesial dalam rangka merayakan semarak kemerdekaan Indonesia yang ke-72 ini. Yesss!

Sajian-sajian spesial ini dikemas dalam tema Taste of Indonesia yang berlangsung dari tanggal 10-20 Agustus 2017. Jadi akan ada banyak banget menu Indonesia yang disajikan selama periode Taste of Indonesia ini, beneran banyak. Menunya dari Sabang sampai Merauke ada, mulai dari rendang, sate lilit, nasi liwet, jajanan pasar, es campur dan lain-lain. Dan karena ini langsung disiapkan sama chef-chef terbaik di The Trans Luxury Hotel, pastinya menu-menu Indonesia ini dikemas dengan kemewahan ala The Trans 🙂

Begitu masuk ke area The Restaurant, saya langsung disambut dengan welcome food yang lucu banget. Kalau biasanya ada canape yang lucu-lucu, kali ini ada rujak dan lotek yang disajikan dalam bentuk bite size. Duh, kreatif amat sih ❤

Oh iya saya juga berkesempatan untuk ngeliat live cooking demo beberapa menu di sini dari Chef Agung dan Chef Reni untuk Indonesian foodnya.

Hi chef! 🙂

Oh iya ngomong-ngomong dari beberapa hotel yang saya datengin, kayaknya cuma di The Trans saya ngeliat chef perempuan. Ya pasti banyak sih ya di hotel lain, tapi mungkin lagi pada sibuk di kitchen dan ngga keliatan di restonya hihii.

Ini dia Tuna Sambal Matah, salah satu masakan yang dipamerkan di cooking demo. Kalau ngeliat cooking demo emang kayaknya gampang banget ya buatnya. Literally masak tunanya, tambahin sambal matah dan tinggal plating. Tapi di tangan chef profesional bisa jadi cantik gini ya. Oh iya, semua yang ada di plate edible ya alias bisa dimakan.

Next, Nasi Gudeg Jogja. Omg can you believe this beautiful cuisine is Nasi Gudeg? Di persepsi saya nasi gudeg ya selalu enak dan berantakan, tapi kali ini saya ngeliat nasi gudeg yang enak dan cantik.

Masih di cooking demo, ada juga Kue Lumpur yang dipadu-padankan dengan macaron, cream, sauce dan edible flower. Kalau yang ini kreasi dari Chef Reni.

Area The Restaurant yang cukup luas dipenuhi sama berbagai stall Indonesian food yang bikin pengen nyobain semuanya. Ini dia beberapa menu lain yang sempet saya foto 🙂

Ayam & Bebek Panggang dengan macam-macam sambal Indonesia

Mie Aceh

Sambal matah

Macam-macam jajanan pasar

Jujur karena belakangan ini lebih sering ngereview tempat di Bandung dengan tema western food, pas dateng ke sini rasanya excited banget bisa nyobain menu-menu Indonesia yang beragam. Selama 11 hari penyajiannya, menu-menu ini akan dirolling setiap harinya.

Selain makanannya, The Trans Luxury Hotel juga punya acara seru di di tanggal 17 Agustus dan 20 Agustus nanti. Jadi akan ada lomba-lomba rakyat unik untuk anak yang diadakan di area kolam renang di lantai 3. Buat kamu yang udah punya anak atau mungkin punya keponakan yang masih lucu-lucu bisa nih dibawa ke sini buat ikutan lomba. Lumayan kan sekalian mengenang Agustusan jaman kecil dulu 🙂

***

TASTE OF INDONESIA
Sistem: buffet dining (all you can eat)
Waktu: 10-20 Agustus 2017, dinner time
Tempat: The Restaurant at The Trans Luxury Hotel Bandung, 3rd floor
Harga: Rp299.000,00nett/person (adult); Rp150.000,00nett/person (children under 12y/o)
More info: Mellya (mellya.ayundha@thetranshotel.com)

***

THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG
Jl. Gatot Subroto No. 289, Bandung
Web: thetranshotel.com
Twitter: @TRANSluxuryHTL
Instagram: @TheTransLuxuryHotel

 

Regards,